Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum bagi seluruh insan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Lhokseumawe untuk memperkuat semangat kebangsaan, meningkatkan kepedulian sosial, serta meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.
Kepala Stasiun (Kepsta) RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, S.H., M.H., menyampaikan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Sumpah Pemuda tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini. Semangat patriotisme, kegigihan, dan empati perlu diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Menurutnya, pesan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengenai pentingnya pemuda untuk berprestasi sekaligus memiliki kepedulian sosial menjadi pengingat bahwa keberhasilan generasi muda tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan sekitar.
“Pemuda diharapkan punya peran yang besar. Di saat yang sama, pemuda diharapkan berprestasi, tetapi juga berempati. Dalam banyak peristiwa, pemuda sangat kita harapkan perannya,” ujar Wenny.
Ia mencontohkan keterlibatan generasi muda dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah pesisir Aceh pada akhir tahun lalu. Aksi solidaritas dan kepedulian yang ditunjukkan dalam situasi darurat tersebut menjadi gambaran pentingnya semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam konteks kelembagaan, Wenny menegaskan bahwa nilai Sumpah Pemuda juga memiliki makna penting bagi seluruh angkasawan dan angkasawati RRI. Sebagai lembaga penyiaran publik, RRI memiliki peran strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat identitas nasional, serta menghadirkan informasi yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
“Betapa kita satu kesatuan, satu bahasa, satu bangsa. Ketika RRI dari Sabang sampai Merauke punya satu semangat yang sama, itu adalah wujud dari Sumpah Pemuda,” tegasnya.
Ia berharap semangat persatuan tersebut terus tercermin dalam pelaksanaan tugas seluruh pegawai RRI Lhokseumawe, baik dalam menghasilkan karya siaran, menjalankan tugas jurnalistik secara profesional, maupun memberikan layanan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Selain menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, RRI Lhokseumawe juga berkomitmen untuk merawat kearifan lokal melalui siaran berbahasa Aceh. Upaya tersebut menjadi bagian dari peran RRI dalam menjaga keberagaman budaya sekaligus memperkuat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, seluruh insan RRI Lhokseumawe diharapkan terus mengimplementasikan nilai patriotisme, kegigihan, dan empati dalam menjalankan tugas serta tanggung jawab sebagai lembaga penyiaran publik yang hadir untuk masyarakat.