Sebagai wujud komitmen menghadirkan layanan publik yang inklusif bagi penyandang disabilitas, RRI Lhokseumawe berkolaborasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan sebanyak 120 Al-Qur'an Braille kepada SLB Negeri Kota Langsa. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program dukungan sosial dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, dan diserahkan langsung oleh Kepala RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, kepada Wakil Kepala SLB Negeri Kota Langsa, Tri Kusuma Wardana. Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRK Kota Langsa, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, para guru, siswa penyandang disabilitas, serta sejumlah tamu undangan.
Program ini menjadi bentuk kepedulian terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas, khususnya siswa tunanetra, dalam memperoleh akses pendidikan keagamaan yang layak sekaligus mendukung proses pemulihan sosial pascabencana.
Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Langsa, Darma Putra, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI dan RRI Lhokseumawe atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan tersebut mencerminkan kehadiran negara dalam memastikan kelompok rentan tetap memperoleh perhatian dan pelayanan yang setara.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia dan RRI Lhokseumawe atas penyaluran bantuan Al-Qur'an Braille kepada siswa SLB Negeri Kota Langsa. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung proses pembelajaran dan pembinaan keagamaan bagi siswa tunanetra, khususnya di tengah upaya pemulihan pascabencana hidrometeorologi," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SLB Negeri Kota Langsa, Tri Kusuma Wardana, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima. Menurutnya, Al-Qur'an Braille merupakan media pembelajaran yang sangat dibutuhkan siswa tunanetra dalam mempelajari dan memahami nilai-nilai keagamaan.
"Bantuan ini menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi siswa-siswi kami. Al-Qur'an Braille tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk semakin dekat dengan ajaran agama. Kami berterima kasih kepada Kemensos RI dan RRI Lhokseumawe atas perhatian yang diberikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus," katanya.
Kepala RRI Lhokseumawe, Wenny Zulianti, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen RRI dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
"Kami berharap bantuan Al-Qur'an Braille ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para siswa sebagai penyemangat untuk terus belajar, berkembang, dan meraih cita-cita. Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh akses pendidikan dan pembinaan keagamaan," ujar Wenny.
Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRK Kota Langsa, Melvita Sari, yang menilai RRI tidak hanya menjalankan fungsi sebagai lembaga penyiaran publik, tetapi juga berperan aktif mendukung berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi kepedulian RRI Lhokseumawe dan Kementerian Sosial RI terhadap anak-anak penyandang disabilitas di Kota Langsa. Semoga sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ungkapnya.
SLB Negeri Kota Langsa saat ini membina sekitar 205 siswa mulai jenjang TKLB hingga SMALB dengan dukungan 43 tenaga pendidik. Melalui penyaluran 120 Al-Qur'an Braille tersebut, diharapkan siswa tunanetra memperoleh akses yang lebih baik terhadap pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat semangat inklusivitas, kepedulian sosial, dan gotong royong dalam mendukung pemulihan masyarakat Aceh pascabencana hidrometeorologi.
Penyaluran bantuan ini juga sejalan dengan komitmen RRI sebagai Lembaga Penyiaran Publik yang tidak hanya menghadirkan informasi kepada masyarakat, tetapi turut berkontribusi dalam mendukung program-program kemanusiaan, pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif.
- Pusat
- Aceh Singkil
- Ambon
- Ampana
- Atambua
- Banda Aceh
- Bandar Lampung
- Bandung
- Banjarmasin
- Banten
- Batam
- Bengkulu
- Biak
- Bogor
- Bone
- Bovendigoel
- Bukittinggi
- Cirebon
- Denpasar
- Ende
- Entikong
- Fak Fak
- Gorontalo
- Gunung Sitoli
- Jakarta
- Jambi
- Jayapura
- Jember
- Kaimana
- Kendari
- Kupang
- Lhokseumawe
- Madiun
- Makassar
- Malang
- Malinau
- Mamuju
- Manado
- Manokwari
- Mataram
- Medan
- Merauke
- Meulaboh
- Nabire
- Nunukan
- Padang
- Palangkaraya
- Palembang
- Palu
- Pekanbaru
- Pontianak
- Purwokerto
- Pusat Pemberitaan
- Ranai
- Sabang
- Samarinda
- Sampang
- Saumlaki
- Semarang
- Serang
- Serui
- Sibolga
- Singaraja
- Sintang
- Skouw
- Sorong
- SPI
- Sumenep
- Sungailiat
- Sungaipenuh
- Surabaya
- Surakarta
- Tahuna
- Takengon
- Tanjungpinang
- Tarakan
- Ternate
- Toli Toli
- Tual
- Voice of Indonesia
- Wamena
- Yogyakarta